Jumat, 16 Oktober 2015

manfaat perencanaan manajemen dan jenis jenis perencanaan organisasi

 Pengertian Perencanaan Manajemen
            Perencanaan manajemen adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Perencanaan manajemen menurut Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usman (2008) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Prajudi Atmosudirjo dalam Husaini Usman (2008) juga berpendapat bahwa  perencanaan manajemen adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, di mana, dan bagaimana cara melakukannya.
            Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan manajemen adalah kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan dan dalam perencanaan manajemen itu mengandung beberapa unsur, diantaranya sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, adanya proses, hasil yang ingin dicapai, dan menyangkut masa depan dalam waktu tertentu. Pelaksanaan dan pengawasan termasuk pemantauan, penilaian, dan pelaporan merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari perencanaan manajemen. Dalam perencanaan manajemen diperlukan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.
                        Dalam perencanaan manajemen ada beberapa langkah, diantaranya adalah:
            Tahap I: menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan,
            Tahap II: merumuskan keadaan saat ini,
            Tahap III: mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, dan
     Tahapa IV: mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.

JENIS JENIS PERENCANAAN DALAM ORGANISASI

·         Perencanaan Jangka Panjang
Perencanaan ini meliputi jangka waktu hingga 10 tahun keatas dalam perencanaan ini belum di tampilkan sasaran sasaran yang bersifat kuantitatif tetapi lebih kepada proyeksi atau perspektif atas keadaan ideal yang di inginkan dan pencapaian keadaan yang bersifat pundapental. Cohtoh , Propenas
·         Perencanaan Jangka Menengah
Jangka waktunya 3 sampai 8 tahun.  Di Indonesia umunya 5 tahun. Ini merupakan penjabaran atau uraian perencanaan jangka panjang, walaupun perencanaan jangka menengah ini masih bersifat umum tetapi sudah di tampilkan sasaran yang di proyeksikan secara kuantitatif. Contoh, Propeda
·         Perencanaan Jangka Pendek
Jangka waktunya 1 tahun. Perencanaan ini di sebut juga perencanaan operasional tahunan . contoh ,proyek- proyek
·         Perencanaan Dimensi Spasial
Merupakn perencanaan yang memiliki kararkter yang terkait dengan ruang dan batasan wilayah. Darai dimesi spasial ini dikenal Perencanaan Nasional, Perencanaan Regional, Perencanaan Tata Ruang, dan Tatat Tanah
·         Perencanaan Nasional
Suatu Proses penyusunan perencanaan berskala nasional sebagai konsensus dan komitmen seluruh rakyat Indonesia yang terarah terpadu dan menyeluruh untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur memperhitungkan dan memanfaatkan sumber daya nasional dan memperhatikan perkembangan internasional. Contoh, Propenas dan perencanaan pendidikan nasional
·         Perencanaan Regional
Pilihan antar sector dan hubungan antar sector dalam suatu wilayah atau daerah sehingga disebut juga sebagai perencanaan daerah ataou wilayah. contoh ,Propeda, perencanaan pendidikan  di provinsi, Kabupaten/Kota
·         Perencanaan Tata Ruang
Perencanaan yang mengupayakan pemanfaatan fungsi kawasan tertentu, mengembangkan secara seimbang, baik secara ekologis, geografis, maupun demografis. Contoh, Perencanaan tata ruang kota, perencanaan permukiman, perencanaan daerah transmigrasi, dan proyek proyek
3.         Perencanaan Dari Dimensi Tingkatan Teknis Perencanaan
·         Perencanaan Makro
Perencanaan tentang ekonomi dan nonekonomi secara eksternal dan internal. Perencanaan ini meliputi pendapatan nasional yang akan ditingkatkan, tingkat konsumsi, investasi pemerintah, dan swasta eksport dan impor, pajak, bunga bank, dan sebagainya
·         Perencanaan Mikro
Perencanaan yang disususun dan di sesuaikan dengan kondidi otonomi daerah di bidang pendidikan.  Perencanaan ini disebut juga perencanaan pemetaan pendidikan. Namu perelu di perhatikan perbedaan antara pemetaan sekolah dan peta sekolah, peta sekolahhanya mengambarkan lokasi sekolah sedangkan pemetaan sekolah tidak hanya mengambarkan lokasi sekolah namun mengambarkan berbagai data, informasi, dan faktor faktor yag dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan, baik data kualitatif maupun kuantitatif, kebutuhan guru, sarana dan prasarana dan sebagainya
Tujuan Pemetaan Sekolah adalah 1. Untuk mengetahui keadaan lengkap sekolah dan 2 untuk menata kembali jaringan persekolahan dengan permukiman pendidik secara baik sehingga sekolah dapat dimanfaatkan seefesien dan seefektif mungkin Faktor yang mempengaruhi percencanaan ini antara lain
Kebijakan/Ketentuan /standar/, geografis,demografi, dan infrastruktur secara nonteknis antara lain aspirasi masyarakat, terhadap pendidikan, sosial ekonomi dan budaya masyarakat, politik,dan keamanan
·         Perencanaan Sektoral
Kumpulan program dan kegiatan pendidikan yang mempunyai persamaan ciri dan tujuan
·         Perencanaan Kawasan
Perencanaan yang memperhatikan keadaan lingkungan kawasan tertentu sebagai pusat kegiatan dengan keunggulan komparatif dan kompetitif
Perencanaan Proyek
Perencanaan Operasional yang menyangkut operasionalisasi kebijakan dan pembangunan dalam rangka mencapai sasaran sector dan tujuan pembangunan
4.         Perencanaan dari Dimensi Jenis
Anen (2000) Menyebut jenis perencanaan seperti ini sebagai berikut :
·         Perencanaan Dari atas ke Bawah
·         Perencanaan Dari Bawah ke Atas
·         Perencanaan Menyerong Kesamping
·         Perencanaan Mendatar
·         Perencanaan Menggelinding
·         Perencanaan Gabungan Atas Kebawah dan Bawah Keatas

Daftar Pustaka:
Husaini Usman. Manajemen(Jakarta: Bumi Aksara, 2008).
T. Hani Handoko. Manajemen (Yogyakarta: BPFE, 1984).

Sri Wiludjeng. Pengantar Manajemen (Yogyakarta: Garaha Ilmu, 2007).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar